JAKARTA - Bukan menjadi hal baru, jika peredaran ponsel Black Market (BM) di Indonesia masih marak. Ponsel ini diklaim memiliki harga yang lebih murah, namun merugikan pengguna karena tidak memiliki layanan purna jual serta bukan produk resmi.
Salah satu vendor asal China pun terkena imbas akan hal ini, yakni Xiaomi. Menanggapi hal tersebut, pihak Xiaomi melalui Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi mengatakan jika pihak Xiaomi akan bekerjasama dengan pemerintah serta melakukan tindakan tegas.
"Ini adalah pekerjaan kami untuk menyetop penjualan (BM) dan menutup store. Kami akan menyakinkan jika Xiaomi memberikan yang terbaik untuk pelanggan," kata dia, saat ditemui di Raffles Hotel, Ciputra World 1, Jakarta pada 4 September 2018.
