Pengguna India juga lebih banyak meneruskan pesan berupa teks, foto maupun video dibandingkan negara lain. Pesan-pesan berupa hoax juga beredar di platform ini dan berakibat pada pengeroyokkan massal di India. Beberapa orang tewas akibat dipukuli dipicu pesan berantai di WhatsApp.
Pemerintah India berusaha untuk mengurangi sebaran berita hoax terutama di platform tersebut. Terdapat kekhawatiran pendukung partai politik akan menggunakan platform media sosial, termasuk Whatsapp untuk menyebarkan informasi palsu menjelang pemilu 2019.
WhatsApp merespons permintaan pemerintah India dengan membatasi kuota meneruskan pesan menjadi hanya lima obrolan dalam satu waktu. Mereka juga berencana menghapus tombol “quick forward” di obrolan Whatsapp.
(Ahmad Luthfi)