"Dengan posisi air intake yang tinggi dan tak terendam, mesin masih bisa hidup. Kita juga harus menahan putaran mesin diatas 2.000 rpm agar air tidak masuk melalui saluran gas buang," ucap Didi, saat dihubungi Okezone, Rabu (30/5/2018).
Pada kondisi bagian belakang mobil terendam, usahakan mobil harus terus ditahan pada putaran gas rendah, supaya gas buang bisa mendorong air yang akan masuk. Terpenting usahakan air intake berada posisi lebih tinggi dari air.
"Untuk menjaga mesin tetap hidup, usahakan posisi air intake harus lebih tinggi dari air," pungkas didi.
(Mufrod)