Tim peneliti juga menemukan pembaruan yang sering dilewatkan adalah pembaruan chipset. Chipset milik Samsung dikatakan yang paling banyak melewatkan pembaruan ketimbang MediaTek. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan perangkat dikarenakan adanya bug di sebuah prosesor.
Namun pihak Google berdalih jika hal ini bisa terjadi karena beberapa perangkat tertentu tidak tersertifikasi oleh mereka. Hal ini menyebabkan perangkat tersebut tidak mendapatkan pembaruan keamanan.
Akan tetapi, tetap saja masyarakat akan merasa dirugikan karena mereka merasa dibohongi. Apalagi, dengan tidak dibubuhinya pembaruan ini, membuat perangkat mereka lebih mudah terpapar oleh virus atau bahkan serangan dari para peretas. (chn)
(Kemas Irawan Nurrachman)