Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meninggal di Usia 76 Tahun, Ini Penyakit yang Diderita Stephen Hawking

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Rabu, 14 Maret 2018 |11:37 WIB
Meninggal di Usia 76 Tahun, Ini Penyakit yang Diderita Stephen Hawking
(Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Stephen Hawking meninggal dunia pada Rabu setelah mengalami komplikasi akibat 'sklerosis lateral amyotrophic', penyakit neurodegeneratif progresif. Ia menghembuskan napas terakhir pada usia 76 tahun.

Dilansir Huffingtonpost, Rabu (14/3/2018), fisikawan dan ahli kosmologi teoritis itu terkenal dengan pekerjaannya berkaitan dengan lubang hitam (black hole). Hawking memiliki teori yang bertentangan dengan kepercayaan ilmiah yang berlaku bahwa lubang hitam tak terhindarkan untuk semua bentuk materi dan energi.

Menurutnya, lubang hitam sebenarnya memancarkan bentuk radiasi, yang kini dikenal sebagai 'radiasi Hawking'. Dia juga memainkan peran kunci dalam usaha matematis untuk menyatukan teori relativitas umum Einstein dengan bidang fisika kuantum yang muncul.

Hawking menggunakan posisinya sebagai ilmuwan paling terkenal di dunia sebagai platform untuk membahas berbagai isu, mulai dari keberadaan kehidupan di luar Bumi hingga sifat filsafat.

Namanya semakin meroket pada 1988, ketika ia menerbitkan buku untuk khalayak umum, "A Brief History of Time: From the Big Bang to Black Holes". Risalah kosmologi telah terjual sekira 10 juta kopi di seluruh dunia, menjadikannya salah satu buku sains terlaris sepanjang masa.

Pada 1963, ketika ia berusia 21 tahun, Hawking didiagnosis dengan penyakit yang melemahkan neuron motorik 'amyotrophic lateral sclerosis' (ALS). Sekira 80 persen mereka yang menderita ALS meninggal dalam waktu lima tahun setelah didiagnosis.

Baca juga: Stephen Hawking: Manusia Harus Meninggalkan Bumi, untuk Apa?

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement