Bogdanovich yakin bahwa Apple sengaja memperlambat iPhone yang lawas untuk memaksa pengguna melakukan upgrade, meskipun Apple telah membantah klaim tersebut. Apple sendiri belum memberikan komentar terkait tuntutan itu.
Jauh sebelum masalah ini mencuat ke publik, pengguna iPhone telah lama menyadari bahwa perangkat mereka melambat. Mereka juga mengakui bahwa dengan mengganti baterai akan meningkatkan kinerja iPhone.
Baca juga: iPhone 2019 Bakal Usung Baterai Berkapasitas Jumbo
Apple mengakui masalah itu dan menyatakan langkah tersebut ditempuh untuk memanajemen daya baterai, namun tidak memaksa pengguna untuk melakukan upgrade. Sebaliknya, perusahaan membuat iPhone ‘lemot’ agar lebih banyak daya baterai sehingga mampu mencegahnya tiba-tiba mati.
Kini perusahana menghadapi kritik dari pengguna karena tidak transparan terkait fitur manajemen daya tersebut. Apple juga kemungkinan kehilangan pelanggan setianya karena ketidakterbukaan perusahaan pada konsumen. Demikian seperti dilansir Business Insider, Jumat (22/12/2017). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)