JAKARTA - Seorang insinyur pesawat ruang angkasa mengembangkan sebuah reaktor Matahari yang memungkinkan astronot membuat sumber air dan oksigen di Bulan.
Sistem dari alat tersebut dapat mengekstrasi air dari tanah di Bulan hanya dengan bantuan hidrogen yang dibawa dari Bumi. Hidrogen itu tentunya mengalami proses lebih lanjut agar menghasilkan air.
Karena hidrogen lebih ringan dibandingkan oksigen, sistem ini dapat mengurangi bobot misi ke Bulan secara drastis. Alat itu kini telah diuji coba selama enam bulan.
Dikatakan oleh penciptanya, alat tersebut dapat memasok kebutuhan air dan oksigen untuk delapan orang astronot di Bulan, sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Minggu (29/10/2017).
Baca juga: Wow! Inilah Planet Terkecil di Tata Surya