Dilansir Live Science, Senin (11/9/2017), makam yang terletak di tepi barat sungai Nil di sebuah pemakaman untuk para bangsawan dan pejabat tinggi ini merupakan penemuan yang relatif sederhana. Namun pihak berwenang telah mengumumkannya dengan ramai dalam upaya untuk meningkatkan industri pariwisata yang perlahan pulih dari negara tersebut.
“Kami ingin surat kabar besok berbicara tentang Mesir dan membuat orang ingin datang ke Mesir,” kata pejabat Khaled el-Anani kepada awak media.
Makam tersebut ditemukan oleh arkeolog Mesir, suatu penemuan yang dipuji sebagai bukti profesionalisme dan keahlian mereka yang berkembang.
“Kami dulu mengawal arkeolog asing sebagai pengamat, tapi itu dulu di masa lalu. Sekarang kami adalah pemimpin,” kata Mustafa Waziri, kepala arkeolog Luxor. (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)