Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nih, Pro-Kontra Kalangan Komunitas Mobil soal Aturan Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Santo Evren Sirait , Jurnalis-Minggu, 10 September 2017 |08:10 WIB
Nih, Pro-Kontra Kalangan Komunitas Mobil soal Aturan Pemilik Mobil Harus Punya Garasi
Ilustrasi garasi mobil (Cleanereview)
A
A
A

"Tanpa garasi, perawatan mobil jadi lebih mahal. Kalau saya lebih ke kondisi di perumahan ya. Kalau punya garasi mobil akan masuk di lahan sendiri, jadi lebih aman. Tanpa garasi, mobil akan diparkir di pinggir jalan. Kalau di beberapa cluster (tidak ada garasi khusus), akan menggangu lalu lintas dan mungkin tetangga. Jadi masih berhubungan aturan ini, plus negara kan lagi menggalakkan menggunakan angkutan umum. Saya saja sekarang sudah tidak pernah nyetir lagi, selalu memanfaatkan kereta dan TransJakarta," ungkapnya.

(Baca juga: Sosialisasi Perda Kepemilikan Garasi Mobil Sudah Berjalan Sejak Tahun Lalu, Tapi Mandek!)

Sementara Rizal Rusdi, humas Komunitas Toyota Calya Indonesia (KTCI), punya pendapat berbeda. Ia menilai kurang tepat bila warga diharuskan punya garasi pribadi sebelum membeli mobil. Menurut dia, mobil bisa saja diparkir ke tempat jasa penyediaan lahan parkir kendaraan atau bila memungkinkan menumpang di garasi tetangga.

"Intinya selagi blok punya garasi di rumah masih bisa dikondisikan. Kalau tidak, harus parkir mobil ke tempat penyewaan walaupun bayar. Itu sudah risiko. Dan sudah banyak berkembang di Jakarta konsep seperti itu," ujarnya. (san)

(Anton Suhartono)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement