JAKARTA – Sebuah fenomena langka baru saja terjadi di langit Amerika Serikat, di mana sebuah gerhana matahari terjadi disana. Sama halnya seperti terjadi di Indonesia, gerhana matahari tersebut menyebabkan langit Amerika Serikat menjadi gelap untuk beberapa saat.
Jutaan orang pun menjadi saksi dalam fenomen tersebut dan memanfaatkan momen tersebut untuk diabdikan dalam sebuah video maupun foto.
Baca juga: Siap-siap! Saksikan Pemandangan Menakjubkan di Langit Bulan Ini
Dinukil dari laman The Times of India, ada beberapa fakta menarik sepanjang terjadinya gerhana matahari yang melewati kawasan Amerika Serikat tersebut. Bahkan gerhana matahari yang terjadi kemarin disebut-sebut sebagai “The Great America Eclipse”.
Gerhana Matahari Abad 21
Gerhana matahari yang terjadi di Amerika Serikat ini menjadi gerhana matahari yang terjadi di abad 21. Sebelumnya pernah terjadi gerhana matahari tepatnya pada tahun 1991.
Baca juga: Gerhana Matahari Bukan Sekedar Fenomena Alam Biasa
Gerhana Matahari Total Terjadi Terakhir 1918
Di Amerika Serikat, terakhir kalinya masyarakat bisa menyaksikan gerhana matahari total adalah pada 1918, sehingga bisa dikatakan bahwa gerhana matahari total ini adalah sebuah fenomena yang sangat langka terjadi di Amerika Serikat, khususnya bagi masyakat di sana yang kemarin menyaksikannya.
Terjadinya Gerhana Matahari
Gerhana matahari total terjadi akibat diameter yang dimiliki matahari mencapai 400 kali lebih besar dari bulan, namun juga 400 kali lebih jauh. Jika dilihat dari Bumi, geometri antara Bulan dan Matahari bisa menimbulkan ukuran yang sama. Hal itulah yang membuat Bulan terlihat seolah-olah menutupi matahari.
Baca juga: Luar Biasa! Fenomena Gerhana Matahari dalam Kacamata Hadits dan Sains
Gerhana Matahari Total Terjadi 18 Bulan Sekali
Setiap wilayah di Bumi mengalami waktu yang berbeda-beda saat mendapati fenomena gerhana matahari total. Diperkirakan gerhana matahari total sendiri muncul dalam 12 sampai 18 bulan sekali di beberapa tampat di dunia. Lebih seringnya fenomena tersebut terjadi dan bisa terlihat saat gerhana matahari melewati lautan, karena Bumi sendiri lebih banyak ditutupi oleh air. (afr)
(Kemas Irawan Nurrachman)