Pengamatan di bagian barat, dapat melihat secara utuh proses terjadinya gerhana bulan sebagian. Sedangkan di bagian timur bisa mengamati fase gerhana penumbra sedang berlangsung. Gerhana ini dapat diamati di Samudra Pasifik serta bagian Timur Asia dan Australia saat bulan terbenam.
Keseluruhan proses gerhana dapat diamati dari bagian Barat Australia, Asia, Samudra Hindia, dan Bagian Timur Afrika. Sementara itu proses gerhana saat bulan terbit dapat diamati di Eropa, bagian Barat Afrika, bagian Selatan Samudra Atlantik dan sebagian kecil bagian Timur Amerika Selatan.
Baca juga: Misteri Stasiun Radio Rusia yang Berdengung Setiap Hari, Ini Penjelasannya
Gerhana bulan yang terjadi pada 7 sampai 8 Agustus 2017 ini menjadi bagian dari anggota ke 61 dari 80 anggota pada seri Saros 119. Gerhana bulan yang memiliki asosiasi dengan yang terjadi malam ini ialah pada 28 Juli 1999. Adapun gerhana selanjutnya akan muncul pada 19 Agustus 2035.
Setelah terjadinya gerhana bulan sebagian, BMKG juga memprediksi adanya fenomena tata surya lainnya yang terjadi pada 21 Agustus 2017. Pada saat itu, BMKG memprediksi akan terjadinya gerhana matahari total. Sayangnya, fenomena tersebut tak dapat diamati dari wilayah Indonesia.
(Kemas Irawan Nurrachman)