(Baca juga: Nih Penjelasan soal Asteroid Trojan Bagian dari Planet Mars)
Sistem badai besar ini ditemukan di wilayah yang tak ada awan terang yang pernah ada sebelumnya. Peneliti mengamati bahwa awan itu kian cerah antara 26 Juni hingga 2 Juli.
"Secara historis, awan yang sangat terang terkadang terlihat di Neptunus, tapi biasania di garis lintang lebih dekat ke kutub, sekira 15 hingga 60 derajat ke Utara atau Selatan," kata Imke de Pater, seorang profesor astronom UC Berkeley dan penasihat Molter.
"Belum pernah ada awan yang pernah terlihat di atau dekat dengan khatulistiwa dan juga tak pernah ada yang cerah ini," lanjutnya seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (7/8/2017).
Pada awalnya, de Pater mengira itu merupakan Northern Cloud Complex yang sama dilihat oleh Hubble Space Telescope pada 1994, setelah Great Dark Spot yang ikonik telah hilang.