JAKARTA - Seringkali kita menyaksikan bagaimana sebuah sedotan akan terlihat patah jika kita memasukkannya ke dalam air. Namun jika kita mengangkatnya kembali, sedotan tersebut akan kembali seperti sedia kala.
Mengapa demikian? Mirip seperti sebuah ilusi ini, di mana cahaya yang memantul sedotan memungkinkan sistem pengelihatan Anda untuk memproses dan mengidentifikasi bentuknya. Tetapi, saat cahaya melewati udara ke dalam air, ia mengubah arah atau dibiaskan.
Otak Anda tidak bisa mengoreksi efek visual, sehingga memutuskan lokasi sedotan hanya berdasarkan pantulan cahaya itu datang. Di atas air, cahaya merefleksikan dari sedotan melalui udara dan kaca ke mata, seperti dilaporkan PopSci, Kamis (23/2/2017).
Akan tetapi, ketika di bawah, cahaya juga berjalan melalui air. Pembiasan menyebabkan citra sedotan berada di lokasi yang sedikit berbeda. Selain itu, air juga bertindak sebagai jenis pembesar lensa, membuat ukuran sedotan tampak lebih besar dibanding yang sebenarnya. Bahkan saat ke otak, sedotan tampak patah.
(Dini Listiyani)