Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TOP AUTOS: Produsen Mobil Ramai-Ramai Bikin Teknologi Otonom

Santo Evren Sirait , Jurnalis-Rabu, 11 Januari 2017 |20:47 WIB
TOP AUTOS: Produsen Mobil Ramai-Ramai <i>Bikin</i> Teknologi Otonom
Volvo XC90 (Motor1)
A
A
A

JAKARTA – Akhir-akhir ini sejumlah produsen automotif tengah fokus mengembangkan mobil berteknologi otonom atau tanpa sopir. Tidak hanya di di kalangan automotif saja, ada juga beberapa perusahaan elektronik hingga penyuplai komponen untuk komputer turut ambil bagian dalam menciptakan mobil otonom.

Di samping membangun dan mengembangkan, kini beberapa produsen mobil sudah berani melakukan pengujian di jalan umum. Salah satunya Volvo yang mulai menguji coba mobil tanpa sopir pada tahun ini. Mobil itu boleh dinaiki oleh warga yang sudah ditentukan melalui seleksi.

Dalam pemaparannya di gelaran North American International Auto Show (NAIAS) 2017, CEO Volvo Cars America Hakan Samuelsson mengungkapkan ini merupakan hal penting untuk merangkul masyarakat umum dalam pengujian mobil otonom.

"Jika mobil ini dikomersialkan maka harus menjadi produk yang berkualitas dan dapat dipercaya," ungkap Samuelsson, seperti dikutip dari AP.

Pihaknya sudah memilih 100 keluarga pertama yang akan menggunakan mobil otonom di Gothenburg, Swedia, pada tahun ini. Ada 100 mobil SUV XC90 yang siap dioperasikan.

Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui saat apa saja orang men-setting mobil bisa berkendara sendiri dan apa saja yang mereka lakukan di dalam mobil saat kendaraan melaju sendiri.

Selain di Swedia, Volvo juga akan menguji mobil-mobil otonomnya di Inggris, China, dan Amerika Serikat.

Setelah para ahlinya dibajak banyak produsen mobil dan perusahaan teknologi terkait pengembangan mobil otonom, kini Tesla Motors ikut membajak engineer dari perusahaan lain.

Ahli kunci Apple yang bertanggung jawab dalam pembuatan software Apple, Chris Lattner, akan bekerja untuk produsen mobil listrik Amerika Serikat itu.

Dalam situs resmi Tesla Motors diungkapkan bahwa Lattner sudah direkrut untuk mengisi posisi wakil presiden software mobil otonom, namun tidak disebutkan mulai kapan bekerjanya.

Merekrut ahli Apple merupakan langkah penting bagi Tesla dalam pengembangan mobil otonom. Kini Tesla sudah mengaplikasikan teknologi semiotonom atau fitur autopilot pada produk sedan Model S-nya. Teknologi ini masih mengharuskan pengemudi memegang setir kemudi untuk mengantisipasi kondisi darurat, meski fitur diaktifkan.

Perpindahan para ahli dari satu produsen automotif atau perusahaan teknologi belakangan ini kerap terjadi. Sebelumnya Apple bahkan merekrut para ahli dari Ford Motor, Mercedes Benz, dan perusahaan lainnya untuk pengembangan teknologi otonom. Tesla selaku salah satu produsen perintis mobil listrik dan semiotonom menjadi korban pembajakan pegawai. (san)

(Dian AF)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement