Mobil yang menggunakan teknologi ini dapat mengupdate kondisi di sekelilingnya sebanyak 60 kali per detik. Dengan begitu, rintangan apa pun, seperti trotoar, tembok, serta benda bergerak, bisa terdeteksi dengan cepat. Lalu, komputer akan bekerja menggerakkan perangkat pada mobil, seperti pedal gas untuk mengurangi kecepatan dan setir untuk menghindari obyek, agar tidak terjadi tabrakan.
“Sistem akan menyeleksi obyek terdekat dari posisi mobil lalu mengalkulasikan upaya yang harus dilakukan mobil agar bisa terhindar dari rintangan tersebut,” jelas Mikey Campbell dari Apple Insider, seperti dikutip dari MailOnline.
Sejauh ini Apple tidak pernah membeberkan hasil pengembangan teknologi mobil otonomnya. Hal ini berbeda dengan pesaingnya, seperti Google. Bahkan, Google sudah melakukan pengujian beberapa mobil berteknologi otonomnya secara terbuka dengan menempuh jarak jutaan kilometer. (san)
(Dian AF)