"Ide konsep buku ini dituangkan agar apa yang kami lalui itu bisa menjadi pelajaran dan refrensi bagi perusahaan lain yang ingin melakukan akuisisi korporasi sama. Jadi ini adalah sebuah bentuk dari XL terhadap pengalaman yang kami lalui," kata Dian.
Saat ditanya benefit apa yang didapatkan perusahaan dari merger dan akuisisi ini, Dian menyampaikan, memang tidak bisa dipungkiri pada saat ini tujuan utama XL adalah untuk menggunakan spektrum tambahan di 1.800 Mhz supaya bisa digunakan untuk membangun jaringan data.
"Frekuensi 1.800 MHz itu sendiri sebagai sumber masa depan untuk layanan data menggunakan teknologi 4G. Padahal perusahaan hanya memiliki 7,5 MHz di frekuensi itu, maka dari itu kami harus mendapatkan tambahan frekuensi 1.800 MHz dengan mengakuisisi Axis ini langkah strategis untuk dapatkan frekuensi tersebut," tuturnya.
Dengan begitu, lanjutnya perusahaan sudah diimplementasikan sampai saat ini XL telah memiliki jaringan LTE (Long Term Evolution) di 36 kota tersebar di Indonesia dan tentunya akan semakin digunakan lagi ke depannya.
"Belum lagi benefit yang kami dapatkan, sekarang kami mempunyai dua brand aktif sudah di luncurkan tahun lalu dan sekarang sudah jauh lebih tinggi dari sewaktu sebelum melakukan akuisisi, dua brand itu melayani dua masyarakat dengan segmen yang berbeda," tutup Dian.
(Kemas Irawan Nurrachman)