Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lima Laba-Laba Beracun Paling Mematikan di Dunia

Rizka Diputra , Jurnalis-Senin, 29 Februari 2016 |14:20 WIB
Lima Laba-Laba Beracun Paling Mematikan di Dunia
Laba-Laba Brazilian Wandering (foto: livescience.com)
A
A
A

Laba-laba merupakan salah satu hewan yang sangat berbahaya apalagi jika ia diganggu maka akan terlihat sangat agresif. Laba-laba dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok menurut kadar bahaya dari bisa atau racunnya.

Laba-laba dengan kadar racun tinggi inilah yang dapat menyebabkan kematian jika menggigit manusia. Setidaknya ada lima jenis laba-laba beracun paling mematikan di dunia berikut ulasannya.

Brazilian Wandering

Laba-laba yang senang di tempat lembab ini adalah paling beracun di dunia. Hanya satu sengatan saja laba-laba ini mampu membuat seseorang langsung meregang nyawa.

Dilansir dari situs boombastis.com, laba-laba jenis ini hidup di hampir seluruh hutan di wilayah Amerika Selatan. Saking dahsyatnya efek racun laba-laba ini bahkan juga dapat menyebabkan rasa terbakar yang menyerang alat vital pria.

Brown Recluse

Laba-laba Brown Recluse asal Amerika ini dikenal paling tidak takut terhadap manusia. Bahkan, jika manusia mendekat, laba-laba ini justru akan lebih cepat menghampiri. Bagi laba-laba Brown Recluse, manusia adalah obyek yang menarik.

Laba-laba yang mampu mengubah-ubah warna tubuhnya ini punya bisa racun sangat berbahaya yang dapat menyebabkan seseorang pingsan, koma bahkan hingga meninggal dunia.

Black Widow

Laba-laba Black Widow juga terkenal sebagai laba-laba paling beracun. Satu gigitan dari Black Widow bisa berakibat fatal yang bisa membuat manusia koma berhari-hari di rumah sakit.

Kasus gigitan dari laba-laba Black Widow di dunia ini juga sudah banyak terjadi. Tercatat ada 2.000 kasus gigitan dari laba-laba ini selama setahun terakhir, di mana lima persen di antaranya berakibat sangat fatal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement