JAKARTA – Sedikitnya tujuh pengelola situs Agama yang diduga bermuatan radikal mendatangi kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Selasa (31/3/2015) siang. Mereka memprotes tindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kemenkominfo yang secara sepihak melakukan pentupan situs tanpa berdialog terlebih dahulu.
Pemimpin dan wartawan situs aqlislamiccenter.com, hidayatullah.com, kiblat.net, salam-online.com, panjimas.com, arrahmah.com dan gemaislam.com mendatangi Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta, Selasa, untuk menyampaikan keberatan mereka.
Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Regulasi Strategis Danrivanto Budhijanto menemui perwakilan dari ketujuh media daring itu.
Pemimpin Redaksi Hidayatullah Mahladi, yang menjadi juru bicara, mengatakan, pemerintah melakukan pemblokiran situs tanpa memberitahukan alasan atau kesalahan mereka.
"Tiba-tiba saja di blokir, kita tidak tahu kesalahannya apa, tidak ada pemberitahuan sebelumnya," katanya, seperti dikutip dari lama Antaranews.