Selama kerja di perusahaan telekomunikasi, meskipun ia perempuan dan bergelut di bidang IT, tidak ada perlakuan khusus kepada dirinya. "Selama kerja di XL, semua berdasarkan performance, jadi enggak ada alokasi khusus untuk perempuan. Saya di IT (sewaktu rekrutmen), pertanyaan standar (harus bisa kerja) 24x7, weekend masuk enggak masalah, kapanpun di panggil enggak masalah, jadi malam musti bisa dipanggil, enggak peduli dia laki-laki atau perempuan, enggak ada spesial treatment," jelasnya.
Kunci Sukses dalam Pekerjaan IT
Yessie mengatakan, ada beberapa yang perlu diperhatikan untuk bisa terus maju dalam pekerjaan IT yang digeluti kaum perempuan. "Satu, mesti ngerti apa yang diomongin. Percaya diri akan keluar kalau memang kita bisa jadi partner yang sepadan untuk diskusi. Misalnya, datang bos bule, kalau dia ngomong apa, kitanya enggak nyampe (enggak ngerti), makanya untuk itu kita enggak bisa berhenti belajar, proses (belajar) itu harus terus dilakukan. Karena pada saat orang ngobrol, kita kasih pendapat, orang jd lihat value-nya," ungkapnya.
Proses belajar menurutnya tidak boleh berhenti. "Kita mesti lihat jauh ke depan. Apalagi nih yang mau dilakukan ke depan, itu bisa terjadi kalau kita punya mix people. Jadi, anak buahnya harus dari rupa-rupa background, dengan diversity itu, kita banyak dapat pandangan dan masukan, itu lebih bgs. Kalau sudah masuk di tempat kerja, harus sungguh-sungguh dan enggak boleh berhenti belajar," pungkasnya.
(Ahmad Luthfi)