CANBERRA – Managing Director Toshiba Australia Mark Whittard, meyakini bahwa Microsoft membuat bingung konsumen ketika meluncurkan Windows 8 dan Windows RT pada saat yang bersamaan tahun lalu. Hal itu disampaikannya saat Toshiba memamerkan lini terbaru tablet Windows 8 dan notebook
“Saya pikir salah satu tantangan ialah ada banyak kebingungan dengan Windows 8, pandangan saya pribadi mereka (Microsoft) membingungkan pasar dengan dua rasa berbeda,” ungkap Whittard, seperti dilansir dari Neowin, Kamis (9/5/2013).
Whittard menambahkan, harga notebook Windows 8 lebih mahal dibandingkan laptop baru Windows 7. Perbedaan harga itu, kata Whittard, semakin melebar ketika Toshiba memberikan potongan harga untuk PC Windows 7 untuk menghabiskan persediaan barang mereka.
"Bahkan harganya lebih murah daripada RRP (rekomendasi harga ritel) tradisional, jadi jaraknya tidak hanya USD100 atau USD200 dari perangkat layar non sentuh hingga sentuh, tapi USD400. Lalu konsumen berkata, ‘tunggu sebentar, harganya berbeda dan saya tidak yakin tentang Windows 8 ini’,” tutur Whittard.
Meski mengkritik strategi Microsoft dengan Windwos 8 dan Windows RT membingungkan pengguna, tapi Toshiba merupakan salah satu produsen PC yang turut meramaikan pasar dengan produk-produk Windows 8, seperti laptop X-Series Qosmio.
(Andina Librianty)