LONDON - British Medical Journal mengungkapkan bahwa anak-anak di negara berpenghasilan rendah dan menengah, harus diberikan suplemen vitamin A untuk mencegah penyakit dan kematian.
Para peneliti berpendapat bahwa efektivitas suplementasi vitamin A dapat mengurangi risiko peningkatan penyakit pada anak dan pejabat pemerintah didesak untuk memberikan suplemen untuk semua anak-anak yang kurang mampu.
Vitamin A mengandung nutrisi esensial. Kekurangan vitamin A pada anak-anak bisa meningkatkan kerentanan terhadap infeksi seperti diare dan campak, bahkan dapat menyebabkan kebutaan. Secara global, World Health Organisation (WHO) memperkirakan ada 190 juta anak di bawah usia 5 tahun yang kekurangan vitamin A.
Tim peneliti yang berbasis di Inggris dan Pakistan menganalisis hasil dari 43 percobaan suplementasi vitamin A yang melibatkan lebih dari 200 ribu anak dengan rentang usia 6 bulan hingga 5 tahun.
Mereka menemukan suplemen vitamin A menurunkan angka kematian anak sebesar 24 persen di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Hal ini juga dapat mengurangi angka kematian dan cacat dengan mencegah campak, diare dan masalah penglihatan, termasuk rabun. Demikian seperti dikutip dari Medical Xpress, Jumat (26/8/2011).
Para peneliti mengatakan jika resiko kematian bagi 190 juta anak yang mengalami kekurangan vitamin A bisa berkurang sebanyak 24 persen, artinya lebih dari 600 ribu nyawa akan diselamatkan setiap tahunnya.
Berdasarkan hasil tersebut, peneliti sangat menyarankan pemberian suplemen untuk balita di berbagai daerah yang beresiko kekurangan vitamin A.
Pandangan ini didukung dalam editorial bersama dua pakar dari Harvard School of Public Health, yang mengatakan bahwa,"Sekarang harus lebih fokus dalam mengupayakan untuk menemukan cara demi mempertahankan kelangsungan hidup anak dan memaksimalkan jumlah nyawa yang diselamatkan, akibat kekurangan suplemen vitamin A."
(Susetyo Dwi Prihadi)