Jelang MotoGP 2026, Ini Kesibukan di Balik Layar Sirkuit Mandalika

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Kamis 17 September 2026 16:29 WIB
Jelang MotoGP 2026, Ini Kesibukan di Balik Layar Sirkuit Mandalika
Share :

JAKARTA - MotoGP 2026 siap bergulir di Sirkuit Mandalika pada Oktober nanti. Untuk menyambut gelaran internasional itu, tentunya dibutuhkan persiapan agar berjalan dengan lancar. 

1. Persiapan Sirkuit Mandalika

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mencatat, sepanjang 2025, sirkuit di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, digunakan untuk berbagai kegiatan selama 270 hari. Dengan panjang lintasan 4,3 kilometer dan 17 tikungan, Mandalika menjadi venue untuk ajang motorsport internasional seperti MotoGP dan Asia Road Racing Championship. Selain itu, berbagai kegiatan motorsport nasional maupun aktivitas lainnya berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit,.

Karena itu, untuk menjaga sirkuit tetap siap pakai bukan pekerjaan yang hanya dilakukan ketika lampu start akan menyala. Di antara satu event dan event berikutnya, ada pekerjaan teknis dan pemeliharaan yang terus berjalan.

“Sebagai pengelola sirkuit, kesiapan tidak hanya dibutuhkan ketika event berlangsung, tetapi juga dalam proses persiapan dan pemeliharaan sehari-hari,” ujar Direktur Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Donny Mahardjono, dikutip Kamis (17/9/2026). 

Di balik setiap aktivitas tersebut, terdapat pekerjaan teknis yang mungkin tidak terlihat oleh penonton. Di lingkungan motorsport, kompetensi teknisi dan peralatan yang digunakan sama-sama menjadi kunci. Teknisi bersertifikasi internasional dituntut bekerja dengan standar tinggi. Sementara setiap peralatan untuk perawatan, perbaikan, hingga pemeriksaan komponen harus mampu mendukung pekerjaan secara presisi, aman, dan sesuai standar internasional. terstandarisasi secara teknologi maupun keamanannya.  

“Di MotoGP, detail kecil bisa menjadi bagian dari keselamatan. Karena itu, standar yang ditetapkan FIM (Federasi Internasional Sepeda Motor) harus kami jaga secara konsisten, bukan hanya saat balapan. Mulai dari kondisi lintasan dan run-off area hingga perangkat keselamatan dan kesiapan operasional, semuanya harus dipastikan dalam kondisi terbaik,” ujar Donny.

Untuk pekerjaan pada kendaraan, misalnya, teknisi membutuhkan cordless tools, impact wrenches, dan grinders untuk berbagai pekerjaan perawatan dan perbaikan.
Namun, kesiapan kendaraan tidak selalu dapat dilihat dari kondisi luarnya. Pemeriksaan pada bagian tertentu membutuhkan alat yang dapat membantu teknisi melihat atau menemukan kondisi yang lebih detail. Karena itu, thermal camera dan inspection camera menjadi bagian dari peralatan yang dapat digunakan dalam proses inspeksi.

Pekerjaan juga meluas ke area sekitar kendaraan dan tempat kerja. Pressure washer, blower, dan industrial vacuum dibutuhkan untuk membantu menjaga kebersihan dan pemeliharaan kendaraan maupun area kerja.

Sementara dari sisi kendaraan operasional, komponen seperti aki dan wiper juga menjadi bagian dari kebutuhan pemeliharaan untuk memastikan kendaraan tetap siap digunakan.

Hal ini menunjukkan bahwa menjaga kesiapan sebuah sirkuit tak hanya persoalan mempersiapkan lintasan sebelum balapan. Ada pekerjaan teknis yang berlangsung secara rutin di belakang layar, bahkan ketika tidak ada event besar yang sedang berlangsung.

 

2. Pekerjaan di Balik Layar 

Untuk pemeliharaan itu, MGPA turut berkolaborasi dengan Bosch Indonesia. Bosch menyediakan sejumlah solusi Bosch Power Tools dan Bosch Mobility Aftermarket untuk mendukung pekerjaan pemeliharaan kendaraan dan operasional di lingkungan sirkuit.

Berbagai tools tersebut dirancang untuk mendukung pekerjaan profesional di lapangan. Hal ini mulai dari pekerjaan teknis, pemeriksaan, hingga pemeliharaan kendaraan dan area kerja.

“Dukungan peralatan dengan teknologi terkini yang sesuai membantu tim kami menjalankan berbagai pekerjaan teknis dan pemeliharaan secara lebih aman dan safety,” ucap Donny.

Kebutuhan di lingkungan motorsport juga memperlihatkan bahwa teknologi otomotif tidak berhenti pada kendaraan yang berada di lintasan. Di balik performa kendaraan dan kelancaran sebuah event, terdapat ekosistem tools, inspection, maintenance, dan komponen yang harus bekerja bersama.

“Kami melihat kebutuhan di lingkungan automotive sebagai satu ekosistem yang saling terhubung. Bukan hanya bagaimana teknisi melakukan pekerjaan maintenance dengan tools yang tepat, tetapi juga bagaimana kendaraan tetap dalam kondisi optimal melalui komponen yang tepat dan penggantian yang dilakukan sesuai kebutuhan," ujar Country Head of Corporate Communications & Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Sofyan. 

"Melalui Bosch Power Tools dan Mobility Aftermarket, kami menghadirkan solusi yang mendukung kebutuhan para profesional, mulai dari pekerjaan teknis hingga pemeliharaan kendaraan,” tuturnya. 

Fenny melanjutkan, dalam motorsport, teknologi bukan hanya soal performa. Keandalan dan durability peralatan menjadi bagian penting dari safety, karena di balik setiap kendaraan dan aktivitas di lintasan, keselamatan manusia harus selalu dijaga. Bagi pihaknya, teknologi yang reliable dan durable dihadirkan untuk mendukung para profesional menjalankan pekerjaan dengan standar keselamatan yang tinggi.

Sebab ketika lampu start menyala dan perhatian tertuju kembali pada pembalap, sebagian besar pekerjaan yang membuat sirkuit dan kendaraan siap digunakan telah dilakukan jauh dari sorotan kamera.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya