JAKARTA - Sebuah bagian roket SpaceX Falcon 9 yang sudah tidak terpakai diperkirakan telah menabrak Bulan pada Rabu (6/8/2026) setelah melayang di luar angkasa selama lebih dari setahun, menurut para ilmuwan yang memantau lintasannya.
Para peneliti sebelumnya memprediksi bahwa bagian atas roket seberat empat ton itu akan menghantam permukaan Bulan di dekat Kawah Einstein dengan kecepatan sekitar 8.700 km/jam, sehingga menciptakan kawah baru. Tabrakan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.35 GMT, meskipun konfirmasi resmi masih menunggu kabar lebih lanjut.
Para astronom sempat berharap dapat mengamati kilatan cahaya dan kepulan debu bulan dari Bumi, namun tidak ada penampakan jelas yang segera dilaporkan. Wahana Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA dan wahana antariksa Danuri milik Korea Selatan diperkirakan akan memotret lokasi tumbukan tersebut, meskipun pemrosesan gambar-gambar itu mungkin memakan waktu beberapa hari.
"Tidak ada bahaya bagi Bumi," ujar juru bicara NASA, Jimi Russell, sebagaimana dilansir RT. Dia menambahkan bahwa badan antariksa tersebut akan mengamati lokasi itu untuk tujuan ilmiah.
Roket yang diluncurkan pada Januari 2025 itu membawa wahana pendarat bulan Blue Ghost milik Amerika Serikat (AS) dan Resilience milik Jepang. Pendorong tahap pertama yang dapat digunakan kembali telah kembali ke Bumi, sementara tahap kedua tetap berada di luar angkasa setelah mendorong wahana antariksa tersebut menuju Bulan.
SpaceX menyatakan bahwa bagian roket itu awalnya ditempatkan pada lintasan yang dianggap aman berdasarkan aturan yang berlaku. Kombinasi aktivitas matahari dan gaya gravitasi kemudian mengarahkannya ke permukaan Bulan.
Para peneliti berharap tumbukan ini akan memberikan informasi yang berguna mengenai pembentukan kawah dan kepulan debu. Hal ini juga dapat membantu para ilmuwan menyempurnakan metode untuk melacak titik tumbukan di Bulan serta menilai bahaya yang ditimbulkan oleh puing-puing buatan manusia, seiring dengan semakin banyaknya misi dan infrastruktur yang bergerak di ruang antara Bumi dan Bulan.
Meskipun Bulan secara rutin dihantam oleh meteoroid alami, tabrakan yang melibatkan objek buatan manusia jauh lebih jarang terjadi. NASA sebelumnya pernah secara sengaja menabrakkan bagian roket ke permukaan Bulan pada era Apollo untuk mengumpulkan data seismik.
Para ahli telah memperingatkan bahwa tumbukan yang tidak direncanakan dapat menjadi masalah yang lebih serius jika pangkalan permanen, satelit, dan infrastruktur lainnya didirikan di Bulan maupun di sekitarnya.
(Rahman Asmardika)