Untuk Pertama Kali, Jepang Sukses Uji Coba Pendaratan Roket yang Dapat Digunakan Ulang

Rahman Asmardika, Jurnalis
Sabtu 11 Juli 2026 21:07 WIB
Roket H3 Jepang lepas landas dari Pusat Antariksa Tanegashima pada 22 Desember 2025.
Share :

JAKARTA - Badan antariksa Jepang pada Sabtu (11/7/2026) mengatakan telah menyelesaikan uji lepas landas dan pendaratan pertama prototipe roket yang dapat digunakan ulang. Ini menandai langkah maju dalam teknologi penghematan biaya yang didominasi oleh SpaceX.

Prototipe tersebut, yang diluncurkan dari lokasi uji Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) di Noshiro, wilayah Akita, mencapai ketinggian sekitar 10 meter, dan kemudian mendarat.

Penerbangan berlangsung sekitar 40 detik, menurut JAXA.

"Saya merasa kami telah mencurahkan banyak waktu dan upaya untuk ini, dan sekarang setelah prototipe lepas landas dan mendarat tanpa masalah, saya harus mengatakan saya merasa sangat lega," kata Takashi Ito dari JAXA, yang memimpin peluncuran tersebut, kepada wartawan, sebagaimana dilansir AFP.

Ito mengatakan badan tersebut akan meninjau data untuk sepenuhnya menentukan keberhasilan uji coba tersebut, tetapi dia "yakin" bahwa mereka "memperoleh data yang sangat berguna."

Sebagian besar roket dirancang untuk sekali pakai, dengan komponen yang jatuh ke laut, terbakar di atmosfer, atau tetap berada di orbit sebagai puing-puing. Tahap peluncuran pertama dianggap sebagai komponen yang paling mahal.

Namun, penggunaan roket yang sebagian dapat digunakan kembali akan memangkas biaya peluncuran.

 

SpaceX telah mengoperasikan roket Falcon 9 yang dapat digunakan kembali sejak 2017.

Namun, China berhasil melakukan pendaratan roket yang dapat digunakan kembali untuk pertama kalinya pada hari Jumat, sebuah terobosan yang dapat menantang dominasi AS di bidang ini.

Pada Juni tahun lalu, anak perusahaan Honda menjadi perusahaan Jepang pertama yang berhasil meluncurkan dan mendaratkan roket yang dapat digunakan kembali.

Jepang sedang berupaya meningkatkan daya saing internasional industri roket negara tersebut.

Roket andalannya, H3, berhasil diluncurkan pada bulan Juni, beberapa bulan setelah misi sebelumnya untuk menempatkan satelit ke orbit berakhir dengan kegagalan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya