Penjelasan DFSK soal Rencana Impor Pikap 4x4

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Selasa 10 Maret 2026 15:27 WIB
Penjelasan DFSK soal Rencana Impor Pikap 4x4 (Dok DFSK)
Share :

JAKARTA - DFSK Indonesia merespons soal rencana Agrinas Pangan Nusantara untuk mengimpor berpenggerak 4x4. Kendaraan niaga ringan itu diperuntukkan operasional Koperasi Merah Putih. 

CEO PT Sokonindo Automobile Alexander Barus menjelaskan, pihaknya hingga saat ini belum pernah diundang untuk berdiskusi oleh Agrinas untuk pengadaan pikap. Ia menyebut, Agrinas malah mengundang jaringan diler mereka. 

“Untuk Agrinas ini saya cek ternyata yang diundang itu adalah diler kita di Bengkulu. Jadi kita tidak diundang,"kata Alexander di Jakarta, dikutip Selasa (10/3/2026). 

Ia menjelaskan, ada 3 tahapan untuk memproduksi kendaraan sebagai operasional Koperasi Merah Putih tersebut. 

“Satu, we do need assessment. Artinya begini, need assessment itu apa yang dibutuhkan koperasi desa ini. Betul enggak 4×2 atau 4×4?," tutur Alexander Barus. 

Tahapan berikutnya adalah kapan kendaraan tersebut dibutuhkan. Tahapan terakhir adalah berapa jumlah yang dibutuhkan. 

"Ini tiga harus kita pastikan bersama. Baru tahap berikutnya,” ucapnya. 

Saat ini, Alexander Barus menyatakan pihaknya pun siap jika diundang untuk membahasnya. 

Diketahui, DFSK memasarkan pikap Super Cab. Ia meyakini, model yang ditawarkan tersebut memiliki modal untuk bersaing dengan pikap yang diimpor.

“Mari kita bicara soal harga. Kami yakin, kami bisa menyampaikan harga yang bersaing dengan kondisi bahwa kita memproduksi apa yang kita miliki jangan diminta kita memproduksi apa yang tidak kita miliki,” ucap Alexander.

DFSK Super Cab diproduksi di pabrik canggih PT Sokonindo Automobile yang mengadopsi teknologi Intelligent Manufacturing Target Industry 4.0, berlokasi di Cikande, Serang, Banten.

Pikap ini memiliki dimensi bak dengan panjang 2.470 mm, lebar 1.670 mm, dan tinggi 240 mm) dengan kapasitas hingga 1,2 ton. 

Super Cab ditenagai mesin bensin DK15 berkapasitas 1.500 cc dengan teknologi Dual VVT yang menghasilkan tenaga 102 PS dan torsi 140 Nm.

Untuk harganya, Super Cab dibanderol Rp158,5 juta OTR Jakarta. 

“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan niaga ringan di Indonesia termasuk pikap 4x2, kami juga menyatakan kesiapan untuk memenuhi permintaan pasar melalui DFSK Super Cab,” ucap Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya