Bagaimana Nasib Ponsel Emas T1 Buatan Trump? Berikut Informasi Terbarunya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 09 Februari 2026 19:43 WIB
Trump T1 Mobile pertama kali diumumkan pada Juni 2025.
Share :

JAKARTA — Sejak Trump Mobile mengumumkan T1 Phone, pertanyaan bermunculan mengenai apakah perangkat itu benar-benar akan dibuat dan dipasarkan. Kini, lebih dari enam bulan sejak pertama kali diumumkan, T1 Phone masih diselimuti misteri, dan peluncurannya terus ditunda.

The Verge berhasil berbicara dengan dua eksekutif perusahaan tersebut, Don Hendrickson dan Eric Thomas, yang memberikan beberapa detail tambahan tentang perangkat ini.

Pertama-tama, T1 Phone belum mati. Hanya saja, Trump Mobile sedang menghadapi sejumlah kendala sehingga peluncuran ponsel ini terus tertunda.

Beberapa perubahan menit terakhir pada desain dan perangkat keras menjadi alasannya. Sasis yang diperbarui memiliki modul kamera lebih menonjol dengan tiga sensor kamera yang disusun vertikal. Namun, para eksekutif mengatakan bahwa logo T1 akan dihilangkan, meski lapisan cat emas dan bendera Amerika tetap ada.

 

Selain itu, situs web resmi kini menyatakan bahwa ponsel ini hanya dirakit di Amerika Serikat (AS), sementara komponennya diproduksi di tempat lain, tanpa detail lebih lanjut.

Chipset yang digunakan berasal dari seri Snapdragon 7 kelas menengah, dipasangkan dengan penyimpanan internal 512GB yang dapat diperluas hingga 1TB melalui kartu microSD. Baterai berkapasitas 5.000 mAh akan menjadi sumber daya perangkat.

Perangkat keras kamera di bagian belakang mencakup sensor utama 50MP, kamera zoom khusus, dan kamera ultra lebar. Kamera depan juga beresolusi 50MP.

Harga masih belum jelas. Para eksekutif menyebut kisaran USD500 hingga USD1.000, lebih tinggi dari harga yang sebelumnya dijanjikan sebesar USD499. Namun, pelanggan yang telah membayar uang muka USD100 tetap akan membayar total USD499.

 

Meskipun Trump Mobile mengklaim ponsel ini akan terasa dan berkinerja seperti ponsel kelas atas, spesifikasinya menunjukkan perangkat ini kemungkinan hanya memiliki performa kelas menengah (mid-range).

Selain itu, jika harganya mencapai USD1.000, perangkat ini bisa dianggap terlalu mahal, mengingat pasar ponsel pintar bergerak cepat dan SoC kelas menengah dengan pengaturan kamera dasar serta baterai 5.000 mAh tidak lagi cukup di tahun 2026.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya