JAKARTA- Koleksi mobil mewah Hamka Hamzah mantan bek Timnas Indonesia harganya capai miliaran. Dia tentunya mendapatkan kendaraan mewah didapat dari kariernya sebagai pesepakbola.
Dirinya pun pernah memperkuat seluruh tim terkuat di Indonesia. Dari PSM Makassar, Persija Jakarta, Persebayar hingga Persik Kediri.Mantan kapten Timnas Indonesia ini yang kini aktif di dunia kepelatihan. Setelah dirinya pensiun dari dunia sepakbola profesional.
Namun, koleksi mobil mewah Hamka Hamzah mantan bek Timnas Indonesia harganya capai miliaran. Salah satunya jenis Nissan GT-R tahun 2007 dan kisaran harga Rp1,4 miliar hingga Rp3,2 miliar.
Sementara itu, Hamka Hamzah adalah salah satu pemain sepak bola Indonesia yang terkenal karena keahliannya bisa bermain di berbagai posisi. Namun, posisi bertahan menjadi kelebihan pria berpostur 183 cm ini. Ia dengan kokoh dan berani mengawal striker-striker lawan.
Pria yang akrab disapa Hamka ini menjadi bek andalan Timnas Indonesia pada masa gemilangnya. Hamka lahir pada 29 Januari 1984, di Makassar, Sulawesi Selatan. Saat ini, ia memperkuat tim yang berasal dari kampung halamannya sendiri PSM Makassar untuk kompetisi Liga 1 2017. Hamka mengawali kariernya bersama PSM Makassar Junior pada tahun 2001-2002. Saat itu usianya menginjak 17 tahun.
Setelah debutnya bersama PSM Makassar, pada tahun 2002 ia resmi berkostum Persebaya Surabaya. Di sana ia tampil sebanyak 20 kali dengan jumlah gol 1. Cukup semusim di Surabaya, ia pindah ke Persik Kediri. Di Persik ia bertahan hampir 2 musim dengan penampilan 50 kali dan 2 gol. Hampir di setiap tim yang ia bela, Hamka selalu menggunakan nomor punggung 23. Itu nomor kesukaannya.
Pada tahun 2005, ia resmi bergabung tim kebanggan Ibu Kota, Persija Jakarta. Ia menjadi salah satu pemain yang paling disukai The Jakmania (sebutan fans Persija), karena penampilannya begitu apik dan lihai dalam menjaga pertahanan.
Bersama Persija Hamka bisa dibilang lebih produktif untuk seorang pemain bertahan, dengan mencetak 5 gol dari 62 penampilannya. Di Persija ia hampir menghabiskan tiga musim, ia kembali lagi membela Persik Kediri kurang lebih satu musim.