3. Kontrol Akses yang Lebih Baik
Salah satu faktor kunci dalam pencegahan fraud adalah pengaturan kontrol akses yang baik. Software manajemen akuntansi memungkinkan perusahaan untuk mengatur hak akses bagi setiap karyawan berdasarkan peran dan tanggung jawab mereka.
Artinya, tidak semua orang dalam perusahaan dapat mengakses seluruh data keuangan. Kontrol ini mengurangi risiko penyalahgunaan informasi keuangan oleh pihak internal, karena hanya individu yang memiliki otoritas tertentu yang bisa melakukan perubahan pada data penting.
4. Deteksi Anomali dan Fraud
Banyak software manajemen akuntansi modern yang dilengkapi dengan kemampuan untuk mendeteksi anomali dalam data. Misalnya, jika terdapat transaksi yang mencurigakan, software akan memberikan peringatan dini kepada manajemen.
Hal ini dilakukan melalui analisis otomatis terhadap pola transaksi, membandingkan data historis dengan data saat ini. Ketika ada perbedaan signifikan atau transaksi yang tidak biasa, sistem akan menandainya sebagai potensi fraud.
Dengan deteksi dini ini, perusahaan dapat segera melakukan investigasi sebelum masalah menjadi lebih besar.
5. Pelaporan Keuangan yang Lebih Transparan