Selain punya keunggulan berupa latensi yang rendah, Pyro S disebut Wu memiliki bobot yang lebih ringan dan lebih solid, serta dilengkapi dengan pendingin yang membantu mengatur suhu perangkat, mencegah panas berlebih, dan memastikan transmisi sinyal tetap stabil. Di sisi lain. juga memiliki jangkauan hingga 400 meter ketika broadcast mode nonaktif.
"Pyro ideal digunakan untuk aplikasi profesional. Berkat teknologi ini, kinerja dan efisiensi sinyal transmisi pun menjadi lebih baik. Hasilnya, gambar rekaman video dapat dimonitor secara real-time dengan latensi minimal oleh seluruh kru," tuturnya.
Wu melanjutkan, Seri Pyro juga dibekali HDMI dan SDI Input/Output yang cocok untuk proyek syuting profesional dan iklan berskala kecil. Tidak hanya itu, ada juga layar monitor LCD. Terkait harga, Pyro S dibanderol Rp9.990.000.
(Erha Aprili Ramadhoni)