JAKARTA - Baru-baru ini tersiar kabar bahwa Yandex sudah masuk ke Tanah Air.
Berdasarkan keterangan resmi yang dikirim Yandex ke MNC Portal Indonesia, Kamis (30/11/2023), mesin pencarian asal Rusia itu ternyata sudah terdaftar sebagai Electronic System Operator (ESO) atau Operator Sistem Elektronik di Indonesia.
Kabar ini pun diamini oleh Alexander Propovskiy, VP Strategy di Yandex Search.
“Dengan pencapaian ini, kami memulai perjalanan untuk lebih terlibat dengan Indonesia. Misi kami tidak hanya sebatas perluasan bisnis ini mencakup penciptaan kemitraan yang berarti, meningkatkan pengalaman digital sehari-hari, dan memfasilitasi evolusi teknologi sesuai dengan norma dan kebutuhan lokal," ujar Alexander, dikutip Jumat (1/12/2023).
Pendaftaran ESO di Indonesia itu otomatis membuat Yandex, khususnya Yandex Search perlu melakukan penyelerasan dengan regulasi digital di Indonesia.
Mereka juga diminta untuk terus melakukan pembaruan pada algoritma pencarian, memberantas aplikasi pihak ketiga yang tidak sah, dan merencanakan peluncuran inisiatif dalam bidang pendidikan.
Tidak hanya itu, dalam keterangan resmi Yandex juga diminta unutk melakukan berbagai inisiatif untuk berkontribusi pada pertumbuhan komunitas digital lokal serta membantu para profesional IT.
BACA JUGA:
"Salah satu inisiatif terbaru adalah undangan yang diberikan kepada para spesialis IT Indonesia untuk berpartisipasi dalam lomba pemrograman internasional Yandex Cup," tulis keterangan resmi Yandex.
Lalu bagaimana dengan konten-konten panas yang selalu bisa diakses dengan menggunakan Yandex? Tentunya hal itu akan ditutup buat pengguna di Indonesia karena memang melanggar regulasi yang berlaku.
Apalagi Yandex Search di Indonesia juga sudah dibekali fitur mode keluarga. Fitur itu merupakan upaya Yandex untuk meningkatkan keamanan ketika melakukan pencarian.
Mereka malah mengklaim terus melakukan pembaruan pada algoritma pencarian, memberantas aplikasi pihak ketiga yang tidak sah, dan merencanakan peluncuran inisiatif dalam bidang pendidikan.
(Imantoko Kurniadi)