JAKARTA - Karyawan Apple ternyata memilih bekerja untuk Google setelah resmi hengkang dari kantor yang yang didirikan Steve Jobs itu.
Menurut laporan Linkedin, seperti dilaporkan Hindustan Times, Sabtu (25/11/2023), data tersebut diolah dengan cara meneliti jejak karier orang-orang yang saat ini bekerja di perusahaan teknologi ternama seperti Google, Amazon, Apple, Meta, Microsoft, IBM, Tesla, Oracle, Netflix, Nvidia, Salesforce, Adobe, Intel dan Uber.
BACA JUGA:
Dari situ ternyata ada kesamaan dimana rata-rata seluruh karyawan yang bekerja di berbagai perusahaan teknologi ternama itu ternyata hanya berkutat di situ-situ saja.
Jadi mereka hanya berpindah-pindah dari satu perusahaan teknologi ke perusahaan teknologi lainnya.
"Situasi seperti ini menunjukkan bahwa setiap perusahaan teknologi sangat bersaing untuk merekrut tenaga ahli terbaik yang tersedia," terang Linkedin.
Hanya saja ada satu pola khusus dimana orang-orang yang pernah bekerja di Apple lebih memilih pergi ke Google ketimbang tempat lainnya.
BACA JUGA:
Dari penelitian itu juga diketahui ternyata Meta yang dimiliki oleh Mark Zuckerberg merupakan perusahaan yang paling rajin membajak calon tenaga kerja. Meta malah dinobatkan sebagai King of the Headhunters oleh Linkedin karena sering mengajak tenaga ahli dari tempat lain untuk bergabung dengan mereka.
Apple justru lain sendiri karena menurut Linkedin lebih banyak mengembangkan bakat-bakat yang ada di dalam perusahaan mereka ketimbang mencari tenaga-tenaga ahli yang mereka perlukan.
BACA JUGA:
Hanya saja Apple justru pernah memiliki jalinan khusus dengan Intel. Banyak mantan karyawan Intel yang bekerja di Apple. Hal itu terjadi karena Apple dan Intel pernah melakukan kerja sama di bidang teknologi.
Jadi tidak heran jika saat ini banyak karyawan Apple yang dulunya pernah bekerja di Intel. Hanya saja kerja sama itu sudah berakhir di 2021.
(Imantoko Kurniadi)