Saat ini, AI generatif pandai menulis dan menerjemahkan bahasa dengan memprediksi kata berikutnya secara statistik, dan jawaban atas pertanyaan yang sama bisa sangat bervariasi. Dengan menguasai matematika, AI akan memiliki penalaran yang lebih besar.
Berbeda dengan kalkulator yang dapat menyelesaikan sejumlah operasi terbatas, AGI dapat menggeneralisasi, mempelajari, dan memahami. Saking pintarnya, para peneliti bahkan menandai kehebatan dan potensi bahaya AI.
Untuk diketahui, telah lama terjadi diskusi di kalangan ilmuwan komputer tentang bahaya yang ditimbulkan oleh mesin yang sangat cerdas. Mereka dikhawatirkan bisa membawa kehancuran umat manusia di masa depan.
(Saliki Dwi Saputra )