Kematian saraf ini ungkap Prof Ridha jauh lebih berbahaya dan berujung cacat dengan gejala yang dialami adalah kelumpuhan pada tangan dan kaki, buang air kecil loss atau tidak terasa dan sekualitas bagi kaum lelaki hilang.
"Jika seperti ini maka tidak ada obat yang menyembuhkan dan tidak ada operasi yang bisa mengembalikan," sebutnya.
Sehingga yang terjadi, 5 hingga 10 tahun ke depan Indonesia akan melahirkan generasi yang cacat.
Untuk itulah dirinya menganggap pentingnya gerakan gadget sehat hadir di Indonesia termasuk Batang Hari, Jambi, dalam upaya menyelamatkan generasi muda dari situasi bonus demografi
"Sekali lagi saya ajak agar memanfaatkan bonus demografi agar Indonesia bisa masuk jajaran lima besar dunia," ucapnya.
Sementara itu salah satu peserta yang hadir mengaku mengapresiasi isi materi yang didapatnya dalam acara tersebut.
"Kita merasa bersyukur mendapatkan informasi tambahan, karena selama ini kita tidak menyadari hal-hal yang menggunakan kesehatan, khususnya anak-anak yang mengalami gangguan akibat penggunaan gadget," tutupnya.
(Saliki Dwi Saputra )