Meski signifikan, jumlah tersebut turun dibandingkan 71.744 unit yang terjual pada periode yang sama tahun lalu.
Lee Hang-koo, analis dari Jeonbuk Institute of Automotive Convergence Technology mengatakan pemotongan harga akan memicu timbulnya perang harga mobil listrik di Korea Selatan.
Dia yakin mobil-mobil listrik lainnya, terutama buatan luar negeri tidak akan tinggal diam tergerus oleh kebijakan tersebut.
"Tahun depan perang harga bakal semakin sengit karena hadirnya mobil-mobil listrik baru buatan asing. Mobil listrik dari Amerika Serikat dan China akan berupaya mencuri perhatian," terangnya.
Lalu bagaimana dampaknya dengan harga mobil listrik Hyundai dan Kia? Diduga kebijakan di Korea Selatan tidak akan berdampak kepada harga mobil-mobill listrik Hyundai dan Kia.
Pasalnya penurunan harga terjadi karena kebijakan pemerintah Korea Selatan berupa subsidi. Penurunan harga bukan terjadi karena efisiensi pasokan dan produksi mobil listrik yang bisa berdampak lebih luas lagi selain di wilayah Korea Selatan sendiri.
(Imantoko Kurniadi)