Ufologist Ini Klaim Temukan 2 Mumi Alien, Punya Material Aneh yang Tidak Ada di Bumi

Wahyu Sibarani, Jurnalis
Kamis 14 September 2023 10:35 WIB
Mumi alien. (Doc. GAIA)
Share :

JAKARTA - Jurnalis dan Ufologist Jaime Maussan bikin geger dunia karena membawa dua mumi alien di Kongres Meksiko, Rabu (14/9/2023) kemarin.

Dia yakin kedua mumi alien itu bukan makhluk yang bisa ditemukan di Bumi.

Pasalnya penelitian ilmiah yang dilakuan menyimpulkan bahwa kedua mumi alien itu memiliki material yang tidak pernah ditemukan di planet ini.

"Masyarakat mempunyai hak untuk mengetahui tentang teknologi non-manusia dan entitas non-manusia. Kita berbicara tentang topik yang mempersatukan umat manusia, bukan memisahkan kita. Kita tidak sendirian di alam semesta yang luas ini, kita harus menerima kenyataan ini," kata Jamie Maussan, dikutip dari livescience, Kamis (14/9/2023).

Klaim itu sontak membuat dunia geger. Hanya saja banyak orang pesimis bahkan mencibir Jaime Maussan itu sendiri.

Pasalnya Jaime Maussan pernah membuat kehebohan yang nyaris sama ketika mengklaim menemukan mumi yang sangat tidak biasa di Peru pada 2017.

Saat itu Jaime Maussan menyebutkan mumi yang dia temukan sangat tidak biasa dengan kondisi manusia di bumi.

Mumi itu memiliki bentuk jari yang begitu panjang dan hanya punya tiga jari, membuat tim ekspedisi mengklaim mereka telah menemukan mumi dari sosok alien.

Sama seperti kegaduhan di Meksiko, Jaime Maussan juga menguatkan temuannya dengan pendekatan ilmiah. Waktu itu dia mengklaim berdasarkan penelitian yang dilakukan mumi berjari tiga itu sudah ada di Bumi sejak abad 5.

Salah satu peneliti yang dilibatkan Dr Konstantin Korotkov juga ikut sumbang suara. Dikutip dari The Daily Mail, dia menyebut dirinya seorang pakar komputer sains dan biofisik dari Saint-Petersburg Federal University, Rusia.

Dia mengklaim telah melakukan uji DNA dari mumi ini, dan menekankan mumi tak punya struktur anatomi manusia, meski punya 23 pasang kromosom di DNA seperti manusia.

Hanya saja temuan ilmiah akan selalu membuka peluang buat para ilmuwan lainnya untuk memberikan perspektif berbeda. Begitu juga yang terjadi saat Jaime Maussan membeberkan temuan mumi berjari panjang itu.

Sekelompok ilmuwan kemudian melakukan penelitian independen yang akhirnya justru menyebutkan bahwa mumi tersebut merupakan hasil rekayasa.

Salah satu yang melakukan adalah Andrew Nelson, Profesor Antropologi dari University of Western Ontario, Kanada. Dia mengatakan dari penelitian yang dilakukan disinyalir mumi tersebut merupakan mumi manusia yang telah dimanipulasi.

"Lapisan putih yang ditambah dilakukan untuk menyembunyikan upaya manipulatif itu," sebut Andrew Nelson.

Di Peru sendiri kritikan berdatangan dari para peneliti dan arkeolog. Selusin peneliti mumi di negara itu mengeluarkan surat pernyataan yang mengecam praktik tersebut dan mengatakan bahwa praktik tersebut telah melanggar sejumlah norma nasional dan internasional.

"Saya merasa sangat menjijikkan jika ada orang yang [berani] melakukan dehumanisasi pada tubuh manusia yang telah meninggal. Anda tidak dapat menghilangkan kondisi manusia menjadi manusia!" kata Guido Lombardi, seorang profesor ilmu forensik di Universidad Peruana Cayetano Heredia, Peru.

Kondisi itu juga yang diyakini terulang saat Jaime Maussan kembali menghadirkan dua mumi yang dia klaim sebagai alien.

Hanya saja masih seperti dulu klaim tersebut bisa membuka hadirnya penelitian-penelitian lain yang bisa saja membantah klaim Jaime Maussan.

Harriet Brewis dari Indy100 mengatakan kedua mumi alien itu memiliki kemiripan dengan enam spesimen fosil yang ditemukan di dalam tambang dekat situs warisan Nazca Line UNESCO pada 2017.

Dia mengatakan dari hasil sampel DNA yang diperiksa pada 2017, diketahui bahwa spesimen itu 100 persen adalah manusia. "Kini penampilan spesimen yang aneh mungkin telah dirusak agar terlihat lebih asing," jelasnya.

Sementara The Peruvian World Congress on Mummy Studies justru mengecam pernyataan Jamie Maussan. Mereka mengatakan klaim Jamie Maussan sebagai tipuan.

Ke depannya mereka berharap ada penyelidikan resmi apakah tindakan Jamie Maussan merupakan kejahatan arkeologi.

“Mereka yang terlibat dalam kegiatan ilmiah tampaknya percaya bahwa mumi tersebut adalah alien kuno, namun mereka menderita karena keinginan untuk mempercayainya," tulis keterangan resmi The Peruvian World Congress on Mummy Studies.

(Imantoko Kurniadi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya