JAKARTA - Perubahan iklim dan gelombang panas yang ekstrem menjadi tantangan bagi para pekerja yang menghabiskan waktu di luar maupun di dalam ruangan. Berbagai strategi dilakukan, salah satunya dengan rompi pendingin.
Memakai rompi pendingin menjadi salah satu strategi lama sejak beberapa dekade lalu, dan kini inovasi itu kembali digunakan dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah layanan pengendali hama, Mosquito Squad menginovasikan rompi pendingin berisi es sebagai salah satu solusi yang dapat memberikan kenyamanan saat beraktivitas.
Dikutip dari Wired, Kamis (24/8/2023), seorang manajer pelatihan lapangan Mosquito Squad, Wendell Van Pelt, mengatakan bahwa hal yang paling dikhawatirkannya dalam bekerja bukanlah serangga pembawa penyakit, melainkan cuaca yang sangat panas.
Van Pelt menanggapi inovasi rompi pendingin yang membantu menjaga suhu tubuhnya tetap nyaman selama bekerja, “Ransel itu hampir menekan hawa dingin ke punggung. Rasanya luar biasa.” Tambah Van Pelt menggambarkan bagaimana ransel berisi pestisida memperkuat efek dari rompi pendingin.
Ada beberapa teknologi pakaian pendingin yang tersedia, mulai dari bahan perubahan fase (PCM) yang menyerap panas hingga sistem penghembus udara dan penggunaan cairan non-air. Beberapa pakaian bahkan memiliki tabung yang memompa air di sekitar tubuh pengguna atau dilengkapi kipas angin untuk menghembuskan udara langsung ke tubuh.
Meski demikian, banyak perusahaan belum sepenuhnya melindungi pekerja dari suhu yang ekstrem ini. Para ahli menyarankan alternatif lain seperti menyediakan air minum, kipas angin, istirahat di tempat yang sejuk, atau penyesuaian jadwal kerja saat suhu meningkat.
Dengan semakin berkembangnya teknologi, diharapkan pakaian pendingin dapat menjadi solusi yang efektif dalam menghadapi tantangan suhu ekstrem dan dapat menjadi alternatif yang ramah energi bagi penggunaan pendingin udara. (Taja Aurora Bianca)
(Saliki Dwi Saputra )