"Ketika saya pertama kali melihat data, saya pikir ada yang salah dengan pengamatan karena itu tidak seperti yang saya harapkan. Awalnya saya bingung. Kami benar-benar harus menggaruk-garuk kepala hingga akhirnya menemukan penjelasannya," kata Debes.
Debes berpikir bayangan dilemparkan oleh dua piringan yang tidak sejajar, dengan kemiringan sekitar lima sampai tujuh derajat relatif terhadap bidang piringan luar menunjukan bahwa planet cukup dekat satu sama lain.
"Jika yang satu bergerak lebih cepat dari yang lain, ini akan diperhatikan dalam pengamatan sebelumnya. IIni seperti dua mobil balap yang berdekatan satu sama lain, tetapi yang satu perlahan-lahan menyalip dan memutar yang lain," lanjutnya.
Planet-planet yang dicurigai terletak di wilayah yang kira-kira berjarak Jupiter dari Matahari dan bayangan menyelesaikan satu rotasi mengelilingi bintang setiap 15 tahun. Debes menyebut ini sejalan dengan arsitektur gaya tata surya yang khas.
(Martin Bagya Kertiyasa)