JAKARTA – PT VKTR Teknologi Mobilitas mulai menjajaki potensi pengembangan energi angin dan gas. Hal ini dilakukan untuk transisi energi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Dikutip dari Antara, Dirut PT VKTR Teknologi Mobilitas Gilarsi Wahju Setijono mengatakan, pihaknya telah berhasil menjual 52 bus listrik kepada TransJakarta.
“Maka yang coba kami lakukan adalah melihat potensi yang selama ini tidak terlalu serius dipikirkan. Misalnya angin, dalam lima tahun ke depan kami berencana membangun 5 GW powerplant yang basisnya angin,” kata Gilarsi.
Hal itu diungkapkan dalam dalam webinar “Strategi Mencapai Target Investasi 2023 dengan Mendorong Hilirisasi” pada Rabu (28/3/2023).
Energi angin ini, kata Gilarsi, bakal dikombinasikan bersama energi dalam emisi karbon rendah. Ia menjelaskan, pihaknya telah mencoba membangun satu tempat untuk sumur gas. Kedua energi ini diklaim bakal menghasilkan energi yang lebih hijau.
Gilarsi menuturkan komitmen untuk beralih ke energi baru terbarukan sejalan dengan komitmen induk perusahaan, BNBR, untuk mengalihkan 80 persen emisi gas buang menjadi lebih hijau.
“Di grup kami punya komitmen, waktu berumur 80 tahun kami menyadari gas buang mencapai 80 persen hidrokarbon, pada saat grup berusia 100 tahun harus bergeser 80 persennya green (hijau),” katanya.
Sekadar informasi, VKTR telah mengupayakan elektrifikasi transportasi sejak 2018. Elektrifikasi tersebut diwujudkan dalam perkenalan bus listrik di perhelatan Pertemuan Tahunan IMF – World Bank Group di Bali. Bus listrik tersebut merupakan produk otomotif yang dikembangkan BNBR dan bekerja sama dengan BYD Auto.
(Citra Dara Vresti Trisna)