Kalah Bersaing, Perusahaan Karoseri Legendaris Ini Gulung Tikar

Muhamad Fadli Ramadan, Jurnalis
Senin 13 Maret 2023 13:30 WIB
Bus garapan karoseri GMM. (Foto: Instagram/@busdotid)
Share :

JAKARTA – Perusahaan karoseri memiliki peran penting bagi perusahaan angkutan penumpang, khususnya bus. Peran perusahaan karoseri adalah membuat bodi di atas sasis bus yang dijual pabrikan. Hingga kini, tidak ada produsen yang memasarkan bus dalam kondisi utuh.

Namun, karoseri juga harus bisa mengikuti zaman dan terus berinovasi agar tak kehilangan pelanggannya. Selain itu, mereka juga harus mempersiapkan alat-alat yang mendukung proses pembuatan bodi agar lebih efisien.

Apabila tidak mengikuti tren yang sedang berkembang, maka karoseri bisa ditinggal konsumen mereka dan terancam gulung tikar. Seperti deretan karoseri besar berikut ini yang terpaksa berhenti beroperasi akibat kalah dalam persaingan. Berikut deretan perusahaan karoseri yang gulung tikar karena kalah persaingan.

1. Magelang Bus Manufacturing (MBM)

MBM merupakan karoseri pelopor bodi bus jenis kapsul, dengan ciri khas tampilan depan yang membulat dan memiliki moncong. MBM merupakan satu grup dengan karoseri ABC, meski kabarnya itu adalah pembaruan dari perusahaan tersebut.

Karoseri MBM berasal dari Magelang, Jawa Tengah, yang mengalami masa kejayaannya pada tahun 1990-an, saat bodi bus kapsul menjadi tren. PO Mulyo Indah menjadi yang paling banyak menggunakan bodi tersebut garapan MBM.

Namun, tren bus kapsul tidak bertahan lama, dan digantikan dengan bodi setra sekitar tahun 1995. Kendati begitu, masih ada bus dengan bodi kapsul yang digunakan pada awal tahun 2000-an untuk bus kelas ekonomi.

2. Malindo

Perusahaan manufaktur ini sangat terkenal di zamannya, bahkan statusnya saat itu disamakan dengan Adiputro yang cukup besar pada saat ini. Karoseri Malindo sempat berjaya di tahun 1980 sampai 1990-an.

Perusahaan otobus (PO) dari Jawa Timur banyak menggunakan jasa karoseri Malindo untuk dibuatkan bodi bus. Tapi, mereka harus berhenti beroperasi karena terlambat melakukan peremajaan pada peralatan kerja mereka.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya