Deretan PO Bus yang Tidak Pernah Akur di Jalan, Kalau Sudah Balapan Bikin Ngeri

Raden Yusuf Nayamenggala, Jurnalis
Kamis 02 Maret 2023 20:13 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone/Citra D)
Share :

JAKARTA – Saat ingin nyaman bepergian menggunakan bus, tentu saja memilih PO bus adalah hal penting. Selain pertimbangan harga dan layanan, ada pertimbangan lain yang perlu diperhatikan.

Saat ini semakin banyak PO bus berebut penumpang. Mereka bersaing dengan berbagai macam cara, mulai dari perang harga, layanan dan juga fasilitas yang diberikan.

Namun, persaingan bukan hanya ada pada tingkat perusahaan. Sampai di sini tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi, jika persaingan itu sudah sampai di tingkat sopir, maka persaingan itu akan dibawa ke jalannan.

Persaingan antar sopir kerap diwujudkan dengan adu “ngeblong” atau balap antar sopir. Mereka beradu untuk saling mendahului di jalan raya.

Jika sudah ada di jalan raya, maka “perang” yang terjadi sudah bukan layanan lagi, tapi gengsi antar sopir. Mereka berlomba agar jangan sampai didahului. Berangkat dari sinilah kebut-kebutan di jalan itu terjadi.

Jika dua bus yang sedang berseteru itu berpapasan di jalan, bus tersebut akan saling memprovokasi hingga berujung adu kecepatan. Dikutip dari berbagai sumber, berikut PO bus yang seolah-olah tidak pernah akur di jalan.

1. Luragung VS Primajasa

Siapa yang tidak kenal PO Luragung? Sebelum Tol Cipali dibangun, PO ini merupakan penguasa jalur Pantura, Palimanan dan Cikopo. Bus ini dahulu dikenal dengan aksi ugal-ugalannya, bahkan tidak sedikit armada busnya yang terlibat kecelakaan di jalur pantura.

Namun, setelah adanya tol Cipali, PO Luragung sedikit redup, dikarenakan sebagian besar PO Luragung memilih tol Cipali dibanding lewat pantura. Dahulu, bus luragung bersaing dengan PO Setia Negara yang sudah diakuisisi oleh Hiba Group.

Namun setia negara kurang diminati masyarakat kuningan, sehingga sekarang bus Setia Negara jarang memasuki kuningan. Tapi di tahun 2019 kota kuning kedatangan PO Primajasa dengan tarif yang lebih murah dan menggunakan armada bus baru.

PO Luragung pun harus ikhlas membagi para penumpangnya dengan Primajasa, bahkan para kru bus Luragung sering berselisih paham dengan kru bus Primajasa.

2. Dedi Jaya VS Dewi Sri  

Kedua PO bus ini sama-sama dimiliki oleh orang Jawa Tengah. Dua PO bus ini pun banyak memiliki trayek yang sama, sehingga para penumpang bisa memilih bus mana yang cocok dinaiki. Masyarakat yang tinggal di tegal atau berebes, bisa melihat persaingan yang begitu sengit antara dua PO Bus tersebut.

Persaingan tersebut dimulai dari agen yang selalu berdekatan, ngetem bus ditempat yang sama, pangkalan bus yang sama, hingga waktu berangkat bus yang berbarengan. Hal itu menandakan kedua PO bus tersebut saling berusaha mendapatkan hati calon penumpang.

Dari segi tarif pun kedua PO bus tersebut bersaing memberikan ongkos yang lebih murah. Alhasil penumpang diuntungkan dengan adanya persaingan PO bus tersebut. Karena, bila hanya ada satu bus di trayek tersebut, bisa jadi PO bus itu semena-mena mematok tarif penumpang

3. STJ VS PO Haryanto

PO haryanto sudah berdiri puluhan tahun dan sekarang sudah sangat besar. Namun pada tahun 2017 lalu PO haryanto dikejutkan dengan berdirinya PO Sudiro Tungga Jaya (STJ), yang akan bersaing dengan PO Haryanto.

Meski STJ baru lima tahun berdiri, tapi PO tersebut terus berkembang. Hal itu ditunjukan dengan terus menambah armada busnya, dan membeli beberapa bus terbaru yang tengah tren tahun ini.

Sementara itu, PO Haryanto juga sangat gencar membeli bus baru. Persaingan kedua PO Bus tersebut bisa dirasakan sepanjang jalan dari Jawa Timur ke Jakarta, kedua bus ini selalu terlibat adu kecepatan untuk membuktikan PO bus yang mereka kemudikan lebih unggul.

4. Budiman dan Mayasari Group

PO Budiman dan Mayasari Group merupakan bus asal Priangan. Di Priangan, dua PO bus tersebut sangat mendominasi jalan-jalan dan terminal. Persaingan antara keduanya sudah cukup lama, namun tidak ada tanda-tanda yang akan kalah dari persaingan tersebut.

Alih-alih bersaing, kedua PO bus tersebut tengah gencar meremajakan armada busnya yang sudah tua. Meski PO Budiman dilawan oleh grup mayasari seperti MGI, Karunia bakti, Primajasa dan Doa Ibu, PO Budiman bisa bertahan dan terus melebarkan sayapnya dengan armada bus yang terbaru.

5. Sinar Jaya Group VS Hiba Group

Sinar Jaya group dan Hiba Group merupakan perusahaan bus raksasa yang ada di Indonesia, saking banyaknya armada bus mereka tidak ada yang tahu pasti total jumlah bus yang dimilikinya.

Awalnya Sinar Jaya sangat mendominasi trayek jakarta ke kota-kota Jawa Tengah. Sementara hiba group mendominasi bus pariwisata dan antara jemputan karyawan di Jabodetabek.

Tapi, seiring waktu, sinar jaya mendirikan star bus SDLU atau Jaya Langgeng Utama, khusus untuk pariwisata dan jemputan karyawan. Hiba group pun merasa terusik dan merespon memilih trayek-trayek PO bus yang akan bangkrut, dan mengisinya dengan armada bus Hiba, seperti Laju Prima dan Murni Jaya.

Alhasil yang tadinya kedua PO Bus tersebut memiliki pasar bisnis masing-masing, sekarang malah saling bersaing untuk menjatuhkan salah satunya.

(Citra Dara Vresti Trisna)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya