Setiap peti mati juga memiliki nama almarhum dan sering menunjukkan empat anak-anak Horus, yang melindungi organ almarhum. Dan ketika para peneliti mengangkat tutup peti mati, mereka terkejut menemukan mumi dalam kondisi baik, bahkan setelah berabad-abad kematiannya.
"Ini menunjukkan bahwa mumifikasi mencapai puncaknya di Kerajaan Baru. Beberapa peti mati memiliki dua tutup, dan peti mati yang paling menakjubkan sejauh ini memiliki topeng seorang wanita yang seluruhnya terbuat dari emas padat," Hawass mengungkapkan.
"Di dalam peti mati dan lubang makam juga terdapat berbagai artefak, termasuk permainan seperti permainan kuno Senet, shabtis (patung kecil), patung dewa Ptah-Sokar dan bahkan kapak logam yang ditemukan di tangan tentara," paparannya.
Selain itu, peneliti menemukan sebuah piramida yang dibangun untuk memperingati seorang ratu yang identitasnya tidak diketahui sebelumnya. Diketahui bahwa piramida itu milik orang mesir kuno bernama Neith dan dia belum pernah diketahui sebelumnya dari catatan sejarah.
Penemuan ini memberi gambaran barubtentang sejarah Mesir kuno. Dan untuk mepunlikasikan informasi ini kepada publik, sejumlah peti mati dan barang antik yang ditemukan di lokasi penggalian akan dipajang di Museum Agung Mesir di Giza, yang dijadwalkan dibuka tahun depan.
(Ahmad Muhajir)