JAKARTA - Jepang dilaporkan batal meluncurkan roket yang membawa delapan satelit untuk mengorbit di sekitar Bumi. Ini merupakan kejadian pertama setelah hampir 20 tahun.
Peluncuran roket yang bernama Epsilon-6 itu, digagalkan tujuh menit setelah lepas landas dari Pusat Luar Angkasa Uchinoura di prefektur Kagoshima, Jepang Selatan.
Kegagalan ini, menjadi yang pertama dalam hampir 20 tahun terakhir. Presiden Badan Eksplorasi Luar Angkasa Jepang, Hiroshi Yamakawa mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kegagalan dan berjanji untuk mengungkapnya di masa mendatang.
"Kami sangat meminta maaf atas kegagalan kami untuk memenuhi harapan," kata Yamakawa, seperti dikutip dari AP News, Minggu (16/10/2022).
Yamakawa mengatakan, pihaknya mengirim sinyal penghancuran diri setelah mengetahui roket tidak dapat terbang dengan aman dan memasuki orbit yang direncanakan. Ia juga menyebut roket dan muatannya diyakini jatuh ke laut timur Filipina.
Yasuhiro Uno, yang mengarahkan peluncuran Epsilon-6, mengakui bahwa kegagalan tersebut dapat memengaruhi kemungkinan bisnis peluncuran Epsilon di masa depan.
Peluncuran komersial di bawah versi upgrade, Epsilon-S, oleh IHI Aerospace, sebuah perusahaan Jepang, sedang direncanakan untuk satelit Vietnam tahun depan.
“Misi pertama dan terpenting kami adalah menyelidiki penyebabnya dan mengambil tindakan tegas,” kata Uno.
Roket Epsilon-6 sendiri memiliki panjang 26 meter dengan berat 95,6 ton dan berbahan bakar padat. Roket membawa delapan satelit yang mana dua di antaranya dikembangkan oleh perusahaan swasta yang berbasis di Fukuoka.
Epsilon-6 dirancang untuk peluncuran kompak karena JAXA bertujuan untuk mengembangkan bisnis peluncuran satelit komersial. Ini adalah pertama kalinya roket Epsilon membawa muatan yang dikembangkan secara komersial.
(Ahmad Muhajir)