Beratnya juga lebih ringan (380 g) daripada banyak tangan palsu lainnya.
AI dan pembelajaran mesin (machine learning) telah menjadi anugerah bagi pengembangan prostetik. Semakin banyak pemakainya, semakin baik hasilnya.
Melalui AI dan machine learning, dapat mendeteksi pola perilaku pengguna yang paling sering dilakukan dan dengan demikian memprediksi niat dan gerakan pengguna.
Ha itu, bisa membantunya dilatih untuk bergerak secara intuitif, tanpa upaya apa pun dari pengguna. Dan juga dapat dikontrol dan dilatih melalui aplikasi seluler. Semuanya menggarisbawahi kenyataan baru yang menjadi alasan harapan di antara pemakai prostesis.
(Ahmad Muhajir)