Laporan tersebut mengungkapkan bahwa internet seluler termasuk layanan 3G dan 4G meningkatkan sekitar 8,8 juta pekerjaan pada tahun 2021 dan memberikan kontribusi besar terhadap pendanaan sektor publik, dengan sekitar 80 miliar dolar AS dikumpulkan melalui perpajakan.
GSMA berpendapat, pada tahun 2025, akan ada lebih dari 400 juta koneksi 5G, setara dengan lebih dari 14 persen dari total koneksi seluler.
"Kemajuan lebih maju di negara-negara seperti Australia, Jepang dan Korea Selatan dan di Singapura 5G diperkirakan akan mencapai 55 persen koneksi negara itu pada tahun 2025," kata perusahaan itu dalam laporannya.
Lebih lanjut, laporan tersebut juga menyoroti berbagai kasus penggunaan 5G dan aktivitas terkait lainnya di wilayah tersebut.
Korea Selatan memiliki rencana untuk menghabiskan 186,7 juta dolar AS untuk menciptakan ekosistem metaverse-nya, dan Otoritas Pariwisata Thailand memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pariwisata di negara itu, dan menempatkan taruhannya pada layanan 5G.
(Ahmad Muhajir)