Adapun data perusahaan yang diincar mencakup data pelanggan perusahaan, data sensitif milik karyawan, serta data keuangan perusahaan.
Namun, tidak jelas untuk apa data-data tersebut dikumpulkan, hingga saat ini FBI masih melakukan pendalaman.
FBI sendiri, pada bulan Mei lalu memperingatkan perusahaan IT untuk berhati-hati dalam merekrut karyawan. Pasalnya, ada informasi bahwa Korea Utara tengah menyebar agen-agennya.
Bukan tidak mungkin temuan terbaru ini juga masih berkaitan dengan kasus tersebut.
Kendati demikian, perlu diingat, ini semua masih sebatas spekulasi, hingga saat ini FBI sendiri masih belum memberikan informasi lebih mendalam.
(Ahmad Muhajir)