JAKARTA - Menjadi tua merupakan sebuah kepastian di dalam perjalanan kehidupan manusia. Terdapat perubahan di fisik yang akan dialami, salah satunya kemunculan uban di kepala.
Dilansir dari Buku Pintar Sains dalam Alquran karya Dr. Nadiyah Thayyarah, ternyata pertumbuhan uban tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia. Tetapi, juga dipengaruhi oleh emosi jiwa dan rasa takut. Allah SWT berfirman:
۞ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS. Ar-Rum: 54)
Rasulullah bersabda:
"Surah Hud telah membuatku beruban, demikian pula Surah Al-Waqi'ah, Al-Mursalat, 'Amma Yatasa'alun (an-Naba') dan Surah Idza Asy-Syamsu Kuwwirat (at-Takwir)." (HR. Tirmidzi).
Ayat mulia di atas mengisyaratkan, tumbuhnya uban di kepala juga dipengaruhi oleh emosi jiwa dan rasa takut.
Dalam tafsir Al-Qurthubi disebutkan, Bab An-Nadzir atau tentang uban; tanda-tanda dekatnya ajal dan usia tua seperti melemahnya pandangan, membungkuknya punggung dan berubannya rambut.