Bumi memiliki lapisan magnetosfer sebagai pelindung. Dan biasanya, lapisan medan magnet yang menyelimuti Bumi ini sudah bisa menyerap radiasi berbahaya dari Matahari, serta mencegahnya menjangkau kehidupan di Bumi.
Lantas, bagaimana badai Matahari bisa menjadi masalah di masa kini?
Saat ini, dunia yang modern dan saling terhubung mengandalkan kecepatan koneksi elektronik antara orang-orang di berbagai negara, dan ditenagai jaringan listrik.
"Cuaca luar angkasa bisa mempengaruhi keamanan dan ekonomi manusia di manapun di planet yang terhubung ini. Selain itu, ledakan gas bertenaga listrik yang bergerak dari Matahari dengan kecepatan lima juta mil per jam, bisa menyerang tanpa peringatan," terang John Holdren dan John Beddington, Chief Scientific Advisors untuk Barrack Obama dan pemerintahan Inggris, pada 2011 silam.
Dalam pidato American Association for the Advancement of Science di Washington, Holdren dan Beddington juga menguraikan peristiwa badai Matahari besar dari masa lalu.
"Pada 1921, cuaca luar angkasa mematikan komunikasi dan memicu kebakaran di timur laut Amerika Serikat. Pada Maret 1989, badai geomagnetik menyebabkan jaringan listrik Hydro-Quebec Kanada runtuh dalam waktu 90 detik, membuat jutaan orang dalam kegelapan selama sembilan jam," terangnya.
"Pada 2003, dua badai intensif yang bergerak dari Matahari ke Bumi hanya dalam 19 jam, menyebabkan padamnya listrik Swedia dan mempengaruhi satelit, siaran komunikasi, perusahaan penerbangan dan navigasi," tambah mereka.
(Ahmad Muhajir)