Seorang okultis (penganut kepercayaan supranatural) asal Prancis, Alexandre Saint-Yves D’Alveydre merupakan orang pertama yang membawa legenda ini kepada bangsa Eropa saat itu.
Sementara, umat Hindu menyebutnya dengan Agharti, artinya kota legenda yang letaknya ada di inti bumi dan memiliki ibukota bernama Shamballah. Kemudian umat Hindu sendiri mengenalnya sebagai nama lain yaitu Aryavartha.
Umat Kristiani pada abad ke-19 mengenalnya sebagai Belovodye. Menurut Alexandre Saint-Yves D’Alveydre dunia Agharta dan segala pengetahuan, dan kekayaannya dapat diakses oleh seluruh umat manusia ketika ajaran-ajaran Kristen telah disusun oleh Musa dan Yesus.
Hal ini, ketika Anarki yang ada di dunia diganti dengan Synarchy tersebut. Seolah-olah peradaban Agharta memang ada, dan titiknya berada di Himalaya Tibet.
Sementara masyarakat India mempercayai adanya makhluk berkepala manusia dan berbadan ular, yang sering menculik manusia untuk diubah menjadi sejenisnya atau dimakan.
Dipercayai, jika makhluk ini berada di Patala dan Bhogavati. Kemudian ada yang percaya bahwa ini bisa dicapai di Sumur Sheshna, Benares, India.
Lalu umat Budha pun mempercayai adanya Agharta atau disebut Agharti. Di mana diyakini di dalamnya terdapat roh-roh jahat. Menurut teori Budha, penghuni kota ini juga ditinggali sosok layaknya superman dan superwoman yang sering melihat perkembangan manusia yang ada di permukaan Bumi.
(Ahmad Muhajir)