6. Mengganti gigi yang tidak tepat
Mengganti gigi di waktu yang tidak tepat juga bisa menyebabkan gigi transmisi mudah loncat. Selain itu, gaya mengemudi yang seperti itu juga bisa menurunkan performa transisi dan berpotensi menyebabkan kerusakan.
Gaya mengemudi kendaraan manual dengan memindahkan transmisi ke posisi R ketika mobil belum berhenti dan masih melaju, ataupun sebaliknya juga bisa menjadi penyebab gigi transmisi loncat.
Gaya berkendaraan yang seperti itu dapat memicu keausan komponen gir dalam transmisi. Bahkan, kondisi tersebut juga dapat merusak komponen lainnya.
Merubah gaya mengemudi dapat mencegah, sekaligus mengatasi gigi transmisi loncat. Jika ingin memindahkan tuas R ke D atau sebaliknya, pastikan untuk berhenti terlebih dahulu sebelum memindahkannya.
7. Bobot muatan
Bobot muatan kendaraan yang melebihi batas anjuran juga bisa menyebabkan beban kerja transmisi menjadi lebih. Hal tersebut juga bisa menyebabkan gigi transmisi loncat.
Untuk itu selalu pastikan mobil tidak mengalami lelebihan muatan. Ikuti anjuran yang diberikan agar beban kerja transmisi menjadi lebih ringan.
Tidak Melakukan Perawatan dengan Baik
Perawatan secara berkala untuk kendaraan perlu dilakukan. Bisa dengan melakukan pengecekan kebocoran oli transmisi, pengecekan oli transmisi, dan juga penggantian oli transmisi setiap 40 ribu Km.
8. Faktor usia pemakaian
Setiap komponen memiliki waktu pakainya sendiri-sendiri, ketika sudah mencapai waktu untuk diganti namun masih belum diganti juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan dalam berkendara.
Jika memiliki kendaraan yang sudah berusia cukup lama, melakukan perawatan secara rutin merupakan hal yang sangat penting. Jika sudah tidah dimungkinkan, bisa dengan mengganti komponen dengan yang baru.
(Kurniawati Hasjanah)