Gempa M6,7 Nias Masuk Segmen Mentawai, BMKG Ungkap 16 Kejadian Serupa Sejak 1797

Ahmad Muhajir, Jurnalis
Senin 14 Maret 2022 16:09 WIB
Gempa M6,7 Nias masuk segmen Mentawai, BMKG ungkap 16 kejadian serupa sejak 1797 (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,7, mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara pada pukul 04.09 WIB tadi.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa yang terjadi di Nias tersebut termasuk dalam segmen Mentawai dan dinilai aktif mengalami gempa beberapa kali sebelumnya.

"Zona atau segmen Mentawai, para pakar gempa menyebutnya demikian, ini nampaknya memang segmen yang aktif terjadi beberapa kali gempa. Dan, yang terjadi hari ini juga di segmen Mentawai, tetapi bagian Siberut," kata Dwikorita, dalam jumpa pers virtual, Senin (14/3/2022).

Berdasarkan paparanya, disebutkan bahwa kejadian gempa di segmen Mentawai dari sejumlah bagian telah terjadi 16 kali sejak 1797 dan terakhir pada 2017.

Adapun 16 gempabumi merusak yang pernah terjadi di segmen Mentawai:

1. 10 Februari 1797 (M8,5): korban meninggal 300 orang, terjadi tsunami

2. 4 Februari 1971 (M63,): akibat gempa ini beberapa bangunan rusak

3. 8 maret 1877 (M5,5): tejadi kerusakan 982 rumah, 1 pasar, 10 sekolah, 16 masjid, dan 3 kantor

4. 28 April 1979 (M5,8): dampaknya 64 orang tewas, 9 orang hilang, 193 rumah rusak, 42 jembatan rusak, dan 138 bendungan rusak

5. 16 Februari 2004 (M5,6): menyebabkan 5 orang meninggal, 7 luka-luka, 100 rumah rusak

6. 22 Februari 2004 (6,0): 1 orang luka-luka, 4 rumah rusak berat, dan banyak rumah mengalami rusak ringan

7. 17 Desember 2006 (M6,0): 7 orang wafat, 100 luka-luka, rusak 680 rumah

8. 6 Maret 2007 (M6,3): korban meninggal 67 juwa, 826 luka-luka, 43.719 rumah rusak

9. 13 September 2007 (M7,1): 25 meninggal dunia, 161 luka-luka, 56.425 bangunan rusak

10. 25 Februari 2008 (M7,0): rusak beberapa rumah

11. 16 Agustus 2009 (6,9): 9 luka-luka, menimbulkan tsunami

12. 30 September 2009 (M7,6): 1.100 meninggal, 2.181 luka-luka, 2.650 bangunan rusak, menimbulkan tsunami

13. 24 Juli 2010 (M6,0): 5 luka ringan, 1 mushola rusak, 1 sekolah rusak

14. 10 September 2014 (M5,0): 4 luka-luka, 183 rumah rusak ringan, 30 kantor dan sekolah rusak, 6 tempat ibadah rusak, 2 rumah sakit rusak, 16 rumah rusak sedang, 1 puskesmas rusak sedang

15. 14 Juli 2017 (M5,5): 1 orang luka-luka, 59 rumah rusak, 1 sekolah rusak

16. 1 September 2017 (M6,2): 11 rusak dan 1 sekolah rusak.

(Ahmad Muhajir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya